Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Manufaktur Hijau : Konsep dan Definisi (1)


Beberapa definisi sistem manufaktur hijau telah dirumuskan dalam literatur. Merujuk pada Shrivastava & Shrivastava (2017), sistem manufaktur hijau dapat dikonseptualisasi sebagai berikut.

Manufaktur hijau adalah metode untuk manufaktur yang meminimalkan limbah dan polusi untuk semua industri. Manufaktur hijau memperlambat penipisan sumber daya alam serta menurunkan jumlah besar sampah yang masuk ke tempat pembuangan sampah. Penekanannya adalah pada pengurangan suku cadang, rasionalisasi bahan, dan penggunaan kembali komponen, untuk membantu membangun produk dengan lebih efisien. 

Manufaktur hijau adalah sistem untuk mencegah polusi dan menghemat energi melalui penemuan dan pengembangan proses baru yang mengurangi pembentukan zat berbahaya dalam fase desain dan manufaktur. 

Manufaktur hijau adalah sistem yang mengintegrasikan masalah desain produk dan proses, yang mempengaruhi perencanaan dan pengendalian manufaktur, sedemikian rupa untuk mengidentifikasi, mengukur, menilai, dan mengelola aliran limbah lingkungan dengan tujuan mengurangi dan meminimalkan dampak terhadap lingkungan. dan juga berusaha memaksimalkan efisiensi sumber daya.

Manufaktur hijau adalah perwujudan dari keberlanjutan ekologis. Manufaktur hijau mencakup banyak masalah yang berbeda termasuk polusi udara, air, dan tanah, penggunaan dan efisiensi energi, serta pembangkitan dan daur ulang limbah. 

Manufaktur hijau merupakan metode manufaktur yang meminimalkan limbah dan polusi, memperlambat penipisan sumber daya alam, serta menurunkan jumlah besar sampah yang masuk ke tempat pembuangan sampah.

Manufaktur hijau adalah metode manufaktur yang mempertimbangkan dampak lingkungan dan konsumsi sumber daya selama keseluruhan siklus hidup produk; mulai dari desain, fabrikasi, pengemasan, transportasi, penggunaan, dan daur ulang hingga pembuangan limbah.

Manufaktur hijau adalah perwujudan dari strategi pembangunan berkelanjutan dan mode ekonomi daur ulang dalam sistem manufaktur. 

Manufaktur hijau mempertimbangkan dampak lingkungan pada semua tahapan produksi. Manufaktur hijau melarang produsen untuk menggunakan bahan apa pun yang berbahaya bagi ekosistem dalam desain, produksi, aplikasi lapangan, dan tahap pembuangan akhir masa pakai produk. Selanjutnya, literatur menunjukan bahwa sistem manufaktur hijau dibangun untuk mencapai berbagai tujuan. Pertama, manufaktur hijau bertujuan untuk meminimalkan dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan. Semua polutan tersebut merupakan masalah lingkungan yang signifikan yang muncul dari industrialisme yang intens. Kedua,  tujuan manufaktur hijau adalah untuk meminimalkan dampak negatif lingkungan, memaksimalkan tingkat pemanfaatan sumber daya, dan menyelaraskan manfaat ekonomi dan manfaat sosial secara optimal. Ketiga, pendekatan manufaktur hijau bertujuan untuk menghemat energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan baku yang tidak dapat diganti (Shrivastava & Shrivastava, 2017).