Konsep dan Definisi Fleksibilitas Manufaktur (2)
"Kemampuan sistem manufaktur untuk mengubah atau bereaksi dengan sedikit pengorbanan dalam waktu, tenaga, biaya, atau kinerja".
"Kemampuan sistem manufaktur untuk mengimplementasikan perubahan dalam lingkungan operasi internal secara tepat waktu dengan biaya yang rasional sebagai respons terhadap perubahan kondisi pasar"
"Dalam jangka pendek, fleksibilitas manufaktur berarti kemampuan sistem untuk beradaptasi dengan kondisi yang berubah dengan menggunakan sumber daya yang ada . Dalam jangka panjang, fleksibilitas manufaktur merujuk pada kemampuan sistem untuk memperkenalkan produk baru, sumber daya baru dan metode produksi, dan mengintegrasikannya ke dalam sistem produksi yang ada".
"Kemampuan sistem manufaktur untuk merespon secara efektif terhadap keadaan yang berubah".
"Kapasitas sistem manufaktur untuk beradaptasi secara efektif terhadap perubahan kondisi lingkungan dan persyaratan proses. Fleksibilitas manufaktur mengacu pada kemampuan sistem produksi untuk mengatasi ketidakstabilan yang disebabkan oleh lingkungan".
Ada banyak kesamaan dalam definisi fleksibilitas manufaktur tersebut diatas. Secara khusus, definisi-definisi tersebut menggambarkan fleksibilitas manufaktur sebagai kemampuan fungsi manufaktur untuk bereaksi terhadap perubahan lingkungannya. Selain itu, definisi-definisi tersebut merujuk pada waktu penyesuaian sistem, biaya penyesuaian, dan upaya yang diperlukan. Definisi fleksibilitas manufaktur tersebut menunjukan bahwa setiap dimensi fleksibilitas manufaktur dapat diwakili oleh dua elemen, yaitu dimensi rentang penyesuaian dan dimensi mobilitas penyesuaian. Selain itu, fleksibilitas manufaktur adalah konstruk multidimensi yang mewakili kemampuan fungsi manufaktur, untuk melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk bereaksi terhadap perubahan lingkungan tanpa pengorbanan yang signifikan terhadap kinerja perusahaan. Penyesuaian tersebut biasanya dalam jangkauan keluaran dan/atau mobilitas untuk menanggapi perubahan.
