Konsep dan Definisi Fleksibilitas Manufaktur (1)
Menurut Gupta dan Somers (1992), fleksibilitas manufaktur dapat dibedakan menjadi beberapa tipe sebagaimana tersebut di bawah ini.
1. Flexibilitas mesin
Flexibility mesin berhubungan dengan berbagai operasi yang dapat dilakukan oleh suatu mesin tanpa [1] menimbulkan biaya tinggi atau [2] menggunakan jumlah waktu yang terlalu lama dalam beralih dari satu operasi ke operasi yang lain. Fleksibilitas mesin memungkinkan ukuran batch yang kecil sehingga [1] menghasilkan biaya persediaan yang lebih rendah, [2] utilisasi mesin yang lebih tinggi, [3] meningkatkan kemampuan untuk memproduksi bagian-bagian yang kompleks, dan [4] peningkatan kualitas produk.
2. Fleksibilitas penanganan material
Fleksibilitas penanganan material didefinisikan sebagai kemampuan sistem penanganan material untuk memindahkan jenis barang yang berbeda secara efektif melalui fasilitas manufaktur, termasuk memuat dan membongkar barang, transportasi antar mesin, dan penyimpanan barang-barang dalam berbagai kondisi fleksibilitas manufaktur. Pada akhirnya, fleksibilitas penanganan material [1] meningkatkan ketersediaan (availability) mesin-mesin dan [2] mengurangi waktu proses.
3. Fleksibilitas proses
Fleksibilitas proses didefinisikan sebagai kemampuan sistem manufaktur untuk menghasilkan sejumlah jenis barang tanpa mengalami pengaturan awal (set-up) yang terlalu lama. Fleksibilitas proses kadang-kadang disebut sebagai fleksibilitas campuran (mix fleksibility). Fleksibilitas proses berguna dalam mengurangi ukuran batch dan biaya persediaan. Fleksibilitas proses memungkinkan penggunaan satu mesin untuk berbagai operasi sehingga fleksibilitas ini meminimalkan kebutuhan mesin duplikat.
4. Fleksibilitas produk
Fleksibilitas produk didefinisikan sebagai kemudahan dengan mana komponen-komponen baru dapat ditambahkan atau disubstitusi untuk komponen-komponen yang ada sekarang, atau kemudahan dengan mana bauran komponen yang ada sekarang dapat diubah dengan biaya yang relatif rendah dalam waktu singkat. Fleksibilitas produk membantu perusahaan menjadi responsif terhadap pasar sebab fleksibilitas produk memungkinkan perusahaan untuk membawa produk yang baru dirancang ke pasar secara cepat.
5. Fleksibilitas routing
Fleksibilitas routing mengacu pada kemampuan sistem manufaktur untuk menghasilkan suatu barang dengan rute alternatif pada sistem tersebut. Tujuan dari fleksibilitas routing adalah untuk terus menghasilkan sejumlah jenis barang tertentu, meskipun pada tingkat yang lebih rendah, ketika salah satu mesin mengalami kerusakan yang tak terduga. Fleksibilitas routing memungkinkan penjadwalan barang yang efisien melalui peningkatan dan perbaikan keseimbangan beban mesin.
6. Fleksibilitas volume
Fleksibilitas volume adalah kemampuan sistem manufaktur untuk dioperasikan secara menguntungkan pada tingkat output yang berbeda, sehingga memungkinkan pabrik untuk menyesuaikan produksi dalam tingkatan produksi yang berbeda-beda.
7. Fleksibilitas ekspansi
Fleksibilitas ekspansi adalah sejauh mana upaya keseluruhan yang diperlukan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan sistem manufaktur. Fleksibilitas ekspansi dapat membantu perusahaan untuk [1] mempersingkat waktu produksi, [2] mengurangi biaya produksi untuk produk baru, [3] menurunkan biaya variasi produk yang ada, atau [4] menurunkan biaya penambahan kapasitas.
8. Fleksibilitas pemrograman
Fleksibilitas pemrograman adalah kemampuan sistem untuk beroperasi tanpa pengawasan untuk periode yang cukup lama. Fleksibilitas pemrograman mengurangi waktu proses melalui pengurangan waktu set-up, meningkatkan pemeriksaan dan pengukuran, serta perlengkapan dan peralatan yang lebih baik.
9. Fleksibilitas produksi
Fleksibilitas produksi adalah keseluruhan jenis barang yang dapat diproduksi oleh sistem manufaktur tanpa penambahan peralatan secara besar-besaran. Fleksibilitas jenis ini tergantung pada beberapa faktor seperti keragaman dan keserbagunaan dari mesin yang tersedia, fleksibilitas sistem penanganan material, dan sistem informasi dan kontrol pabrik.
10. Fleksibilitas pasar
Fleksibilitas pasar dapat didefinisikan sebagai kemudahan dengan mana sistem manufaktur dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungan pasar. Fleksibilitas pasar memungkinkan perusahaan untuk menanggapi perubahan pasar tanpa mempengaruhi kebijakan bisnis secara drastis dan memungkinkan perusahaan untuk mengakuisisi pesaing yang kurang fleksibel dalam mengeksploitasi peluang bisnis baru.
